Assalammualaikum wr wb, segala puji bagi ALLAH Swt yg telah memberikan kesehatan bagi kita semua. kali ini saya akan memberikan cerita yang saya ambil dari Facebook ustad Yusuf Mansur Network semoga cerita ini bisa lebih mendekatkan kita kepada ALLAH Swt. Amiin
Al An'am 160:
"Setiap amal kebaikan akan dibalas 10 kali lipat dari amalnya."
Ketika
Yusuf Mansur melintasi di suatu daerah, dia tiba-tiba terbangun dari
kursi tengah mobil mewah yang dia naiki. Sambil
memperbaiki posisi duduknya, Yusuf berpesan kepada sopir pribadinya
untuk singgah sejenak di pom bensin. "Masih penuh ustaz," jawab sopir
dengan melihat indikasi tangki bensin. Mendengar jawaban sopir, Yusuf
langsung menimpali "Saya kebelet, pengen ke toilet sebentar," katanya
sambil melihat sopirnya melalui spion tengah di dalam mobil. Tidak lama
melaju, mobil Yusuf singgah di pom bensin. Sambil berjalan cepat, Yusuf
menuju pintu toilet yang berada di belakang tempat pengisian bahan
bakar. Namun langkah Yusuf terhenti ketika seorang satpam pom bensin
berteriak memanggilnya.
Dengan langkah cepat, si satpam
mendekati Yusuf dan berkata "Alhamdullilah ketemu ustaz di sini,
biasanya cuma di televisi," kata si satpam. Setelah basa-basi, si satpam
mengutarakan maksudnya kepada Yusuf, dia mengaku bosan menjadi satpam
meski gaji yang didapatnya terbilang cukup besar untuk seukuran satpam
daerah.
Si satpam merasa hidupnya tidak banyak berubah. Dia
mengeluhkan kehidupannya yang selalu berjalan monoton. Padahal si satpam
sudah rajin salat, namun belum juga mendapat perubahan yang lebih baik
lagi dari Allah SWT.
Keluh kesah si satpam memutuskan Yusuf
untuk mengajaknya duduk di minimarket, dalam kompleks pom bensin. Sambil
menikmati kopi sore hari, si satpam menceritakan kisah hidupnya, hingga
akhirnya Yusuf bisa menarik sebuah kesimpulan utama. Si satpam
menginginkan rizki yang banyak, namun belum banyak waktu untuk mengingat
Allah.
Memang si satpam rajin salat lima waktu, namun selalu
salat di akhir waktu. Meski menyadari kesalahannya itu, si satpam selalu
berkilah dengan memandang semua perbuatan baik adalah ibadah, tanpa
melihat prioritas dan waktu dari ibadah itu sendiri.
"Memang
bekerja jika dimaknai ibadah juga bisa, semua perbuatan baik jika
diniati ibadah juga bisa, tapi jangan lupa untuk memprioritaskan ibadah
primer dulu, seperti salat lima waktu. Kamu (si satpam) sholat ashar jam
setengah 5 sore, padahal waktu asar jam 3, itu sama halnya kamu
meninggalkan Allah sejauh satu setengah jam."
Jika sehari
dikali lima, bagaimana dengan sebulan, setahun, atau ketika pertama kali
kamu pertama kali balig? Sudah berapa jauh kamu meninggalkan Allah
SWT," lanjut Yusuf.
Di akhir pembicaraan di minimarket itu,
Yusuf berpesan kepada satpam untuk memperbaiki salatnya. Kemudian
menyuruh si satpam untuk bersedekah untuk mempercepat balasan Allah SWT.
"Ini yang sulit ustaz," kata satpam memotong pembicaraan Yusuf.
Menurutnya gaji yang diterimanya sebesar Rp 1.700,000 perbulan, sangat
pas untuk memenuhi kebutuhan bulanannya, termasuk bayar kontrakan dan
cicilan sepeda motor miliknya sebesar Rp 900 ribu perbulannya. Bahkan
tidak jarang, si satpam sudah berhutang di kios tetangganya pada
pertengahan bulan. "Duit sedekah darimana ustaz?" terangnya.
"Motor kamu saja dijual, nanti uangnya kamu sedekahkan semua. Insya Allah akan cepat dibalas," sahut Yusuf.
Mendengar jawaban Yusuf, si satpam buru-buru mengatakan keberatannya.
Sebab tidak mungkin untuknya pergi bekerja tanpa mengendarai sepeda
motor.
Akhirnya Yusuf menantang si satpam untuk kasbon, meminta
awal gaji bulanannya kepada perusahaan untuk disedekahkan. Awalnya si
satpam ragu, namun melihat keseriusan dan janji Allah SWT yang
diterangkan Yusuf, membuat si satpam memberanikan diri menghadap atasan.
Setelah permasalahan si satpam teratasi, Yusuf pamit untuk melanjutkan
perjalanannya yang sempat tertunda. Sedangkan si satpam, segera bergegas
ke ruangan pemimpin untuk mengutarakan maksudnya. Singkat cerita,
akhirnya si satpam berhasil meyakinkan atasan untuk kasbon Rp 1.700,000
dan segera menyedekahkannya.
Dengan keyakinan kebenaran janji
Allah, si satpam melewati hari demi hari dengan rajin salat wajib tepat
waktu dan konsisten melaksanakan salat sunnah. Hingga akhirnya si satpam
merasakan manisnya janji Allah ketika dia bertemu dengan orang kaya
yang sedang bingung mencari tanah. Tidak banyak peran dia, si satpam
hanya bertugas sebagai perantara antara pembeli yaitu orang kaya itu,
dengan penjual yang masih tetangganya di kampung.
Tidak
membutuhkan waktu berbulan-bulan, Allah persis mengganti sedekahnya
dengan melipatkan komisinya sebesar Rp 17.000,000. "Alhamdullilaah,"
puji si satpam kepada kebesaran Allah SWT.
Kini si satpam tidak
lagi meragukan kebenaran janji Allah, bahkan motor kesayangannya dia
jual untuk membantu mewujudkan impian ibunya berhaji.
Tidak
berhenti sampai di situ, mengetahui si satpam adalah lulusan S1
akuntansi, akhirnya perusahaan mengangkat jabatannya. Kini mantan satpam
itu telah menjadi staf keuangan di induk perusahaan yang lebih besar.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak seorangpun yang menyedekahkan
hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan
baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut
akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga
menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara
sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta
(semakin hari semakin besar).” (HR. Muslim).
Sumber Facebook Yusuf Mansur Network
Like THIS :
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan
klik disini
untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di
BDariku




Belum ada komentar untuk " KISAH SEDEKAHNYA PAK SATPAM "
Posting Komentar